Pimpinan DPR Tegaskan Daming Tidak Layak Jadi Hakim Agung
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo menyatakan calon Hakim Agung Daming Sanusi tidak layak menjadi hakim agung karena kurang menghargai hak asasi kaum perempuan.
Menurut Pramono Anung ketika ditanya wartawan menegaskan, pernyataan Daming Sanusi soal pemerkosa dan korban perkosaan saling menikmati sangat menyinggung dan tidak menghargai hak asasi kaum perempuan.
“Saya akan mengusulkan kepada anggota Komisi III DPR agar Daming Sanusia tidak diproses sebagai hakim agung, dan pernyataan yang disampaikan Daming Sanusi pada forum uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di Komisi III DPR RI, adalah forum resmi dan tidak main-main,” kata Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, (15/1).
Ia menambahkan, forum uji kepatutan dan kelayakan tersebut adalah forum resmi dan penentuan seseorang apakah terpilih atau tidak menjadi hakim agung, “Meskipun ia (Daming-red) menyatakan bahwa pernyataannya tersebut hanya bercanda, tapi tidak bisa begitu saja dikatakan sebagai bercanda, karena forum uji kelayakan dan kepatutan tersebut adalah forum resmi,”tegasnya
Lebih lanjut Pramono menjelaskan, bahwa dirinya tidak melihat langsung proses uji kelayakan dan kepatutan tersebut tapi tahu setelah membaca berita-berita di media massa. Namun ia akan mengkonfirmasikan hal itu kepada anggota Fraksi PDIP yang berada di Komisi III. "Jika benar, maka Fraksi PDIP akan memberikan peringatan keras," terangnya.
Sebelumnya, pada uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di Komisi III DPR RI, Senin, (14/1), calon hakim agung Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak diberlakukan bagi pelaku pemerkosaan, karena pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati.
Sementara itu diwaktu yang berbeda, Wakil Ketua Priyo Budi Santoso mengatakan, bahwa calon hakim agung Daming Sanusi akan sulit untuk terpilih sebagai hakim agung karena melontarkan pernyataan yang menyinggung kaum perempuan.
"Pernyataan Daming Sanusi tersebut adalah pernyataan yang blunder dan menyinggung kaum perempuan," tegasnya. Ia menambahkan, meskipun pernyataan Daming hanya bercanda tapi hal itu tidak tepat, karena ia melontarkannya pada forum uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung, dimana dirinya sedang diuji untuk menjadi hakim agung.
“Saat ini persoalan perkosaan sedang sensitif baik di Indonesia maupun di dunia internasional, menyusul kasus perkosaan terhadap murid sekolah dasar di Jakarta, berinisial RI,”jelasnya. Menurutnya ia menyakini, Komisi III DPR RI akan mempertimbangkan lagi untuk meloloskan Daming Sanusi.
“Meskipun Daming Sanusi mungkin sebelumnya memiliki reputasi tapi hal itu menjadi terhapus dengan pernyataannya yang blunder dan saya kira, Daming akan sulit untuk terpilih menjadi hakim agung," terangnya.
Selanjutnya, Priyo mengimbau kepada semua pihak, khususnya kepada calon hakim agung, untuk menjaga dan menghargai etika dalam berbicara.(nt), foto : eka hindra/parle/hr.